Pemkab Madina tampilkan beragam penganan lokal di PRSU ke-50.

Baswara Times, Madina – Olahan pangan lokal seperti labu jipang, kipang pulut, alame (penganan sejenis dodol), menjadi andalan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) dala penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) tahun 2026 di Kawasan PRSU, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Medan.

Selain mempromosikan olahan pangan lokal, Pemkab Madina juga memajang beragam kerajinan seperti amak lampisan berbahan pandan dan berbagai produk rotan serta hasil pertanian.

PRSU ke-50 ini mengusung tema Harmoni Emas dan berlangsung selama 30 hari, mulai dari 3 Juli sampai 2 Agustus 2026. Kawasan tersebut pun menjadi etalase investasi, pameran UMKM, dan ajang promosi potensi seluruh daerah di Sumut.

Bupati H. Saipullah Nasution mengatakan, PRSU sengaja dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menampilkan dan mempromosikan beragam potensi UMKM.

“Apa yang ditampilkan menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung untuk menunjukkan bahwa Madina adalah daerah yang berpotensi dikembangkan, baik dari sisi UMKM maupun pertanian,” kata dia.

Saipullah mengungkapkan, pihaknya menggandeng PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) melalui Ivan Iskandar Batubara untuk pengembangan UMKM.

“Ivan Iskandar Batubara merupakan tokoh nasional yang menjabat di Kadin Pusat. Beliau sangat memperhatikan UMKM Madina. Tentu beliau akan membantu mengoptimalkan potensi yang ada,” sebut dia.

Sementara Wakil Bupati Atika Azmi Utammi menyebut paviliun Madina sebagai etalase miniatur daerah. “Dengan potensi yang ada di paviliun, ini sebagai etalase miniatur Madina. Semoga produk kita semakin diterima di Sumut,” harapnya.

Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis mengungkapkan, UMKM telah menjadi prioritas pemerintah sejak dulu. Dia menyatakan komitmen mendukung pengembangan UMKM dengan mencari ruang-ruang kolaborasi.

Senada dengan itu, Ivan Iskandar mengatakan penguatan UMKM harus dilakukan melalui kolaborasi, terlebih sudah ada beberapa produk yang bergerak dari hilir.

“Produk Madina sudah semakin hilir, nilai tambahnya sudah ada. Melalui PRSU ini merupakan titik terang. Ke depan, Madina menjadi daerah yang ramah bagi investasi,” kata dia. (Roy Dz)