Baswara Times, Panyabungan – Tim nasional Jerman dan Belanda angkat koper dari perhelatan Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti dari lawannya masing-masing di babak 32 besar pada Selasa, 30 Juni 2026. Die Mannschaft bermain lebih awal menghadapi Paraguay di Stadion Boston, Foxborough, Massachusetts. J. Enciso sempat membawa Los Guaranies pada menit 42 sebelum disamakan Kai Havertz tujuh menit selepas turun minum. Skor 1-1 bertahan sampai 90 menit dan 30 menit babak tambahan sehingga pemenang harus ditentukan lewat adu penalti. Pencetak gol Jerman, Havertz, ditunjuk sebagai penendang pertama. Namun, pemain klub sepak bola Arsenal itu gagal melakukan tugasnya. Sementara itu, tiga penendang Paraguay mampu menciptakan gol dan terlihat akan memenangkan pertandingan. Skor 3-2. Woltemade, penendang keempat Jerman, juga gagal mencetak gol. Namun, dua penendang Paraguay berikutnya tak mampu mencetak gol sehingga skor 3-3. Memasuki penalti sudden death, Jonathan Tah gagal mencetak gol sebagai penendang keenam. Paraguay pun berada di atas angin. J. Canale dengan dingin menaklukkan Manuel Neuer dan membawa tim asal Amerika Selatan itu keluar sebagai pemenang. Beberapa jam berikutnya Belanda mengikuti langkah Jerman. Bermain di Estadio Monterrey, Guadalupe, The Orange berhadapan dengan Maroko, semifinalis edisi sebelumnya. Sejak awal kedua tim memburu gol cepat. Kedua penjaga gawang, Verbruggen dan Bono harus bekerja ekstra keras mengamankan gawang masing-masing. Hingga babak pertama tuntas takada gol tercipta. Cody Gakpo membawa Belanda unggul pada menit 72. Ini gol ke-3 pemain Liverpool di Piala Dunia 2026. Keunggulan tersebut bertahan hingga menit 90. Memasuki menit pertama injury time, Issa Diop membuat stadion bergemuruh setelah mencetak gol penyama kedudukan. Pertandingan pun harus dilanjutkan ke babak tambahan. Namun, tak ada gol tercipta. Untuk menentukan pemenang, kedua tim harus melewati babak penalti. Belanda sempat memimpin setelah Koopmeiners mencetak gol dan penendang pertama Maroko, Neil El Aynaoui, gagal melaksanakan tugasnya. Namun, skor kemudian imbang. Tendangan Justin Kluivert membentur tiang. Sementara Rahimi berhasil menaklukkan Verbruggen. Penendang ketiga kedua tim berhasil mencetak gol. Skor 2-2. Quinten Timber, penendang keempat Belanda, gagal mencetak gol setelah tendangannya melebar jauh ke sisi kiri gawang. Namun, Hakimi tak mampu memanfaatkan keunggulan tersebut. Tendangannya membentur tiang meski mampu mengecoh Verbruggen. Bono menunjukkan kemampuannya dalam menahan penalti. Pemain Al Hilal itu berhasil menahan tembakan Summerville. Penendang kelima Maroko, Ismail Saibari, pemain yang baru dibeli Bayern Muenchen dari PSV Eindhoven, dengan tenang mengirim Verbruggen ke arah yang salah dan memastikan Singa Atlas bersua Kanada di babak 16 besar. (Roy Dz) Navigasi pos Wabup Madina Sebut Olahraga Sepak Bola Bisa Jadi Benteng Narkoba