Baswara Times, Madina – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Siabu Iptu Ahmad Juli Nasution diduga melakukan tindak pemerasan sebesar Rp10 juta terhadap seorang pria berinisial R, pemilik gebosan emas, di Kecamatan Naga Juang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk menutup kasus keterlibatan dalam pertambangan emas tanpa izin (PETI). Berdasarkan informasi yang diperoleh media dari sumber tepercaya, Ahmad Juli bersama bawahannya menggrebek tempat kerja R dan mengamankan beberapa alat bukti, termasuk uang puluhan juta. Dalam operasi pada Senin, 2 November 2026, itu R turut dibawa ke Mapolsek Siabu. Iptu Juli kemudian meminta uang Rp10 juta dari barang bukti yang disita disertai dengan intimidasi. “Akhirnya R memberikan Rp10 juta kepada Kapolsek,” kata sumber tersebut. Usai menyerahkan uang yang diminta Kapolsek, R kemudian dipulangkan dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Hal ini pun menjadi sorotan masyarakat. Selain dugaan pemerasan, isu penanganan perkara secara tidak prosedural atau tangkap-lepas juga turut mencuat ke publik. Sementara itu, Iptu Juli yanh dikonfirmasi sejak Kamis pagi sekitar pukul 08.48 WIB sampai berita ini ditayangkan belum memberikan jawaban. Ini pun menjadi kali pertama Kapolsek Siabu tak menjawab konfirmasi yang diajukan Baswara Times. Untuk diketahui, berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor: Kep/613/III/2021, polsek di Indonesia tidak lagi mengemban fungsi penyidikan untuk sejumlah perkara tertentu. Kewenangan Polsek dibatasi pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tindakan preventif/preemtif, serta Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP), seperti mengamankan lokasi, memasang garis polisi (police line), atau menghentikan sementara aktivitas ilegal. Dalam kasus ini, seluruh penanganan hukum lanjutan, baik penyelidikan maupun penyidikan kasus pertambangan ilegal, secara regulasi wajib dilimpahkan dan ditangani langsung oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Madina atau Ditreskrimsus Polda Sumatra Utara. (Roy Dz) Navigasi pos Polres Madina Masih Mencari Keberadaan AAB yang Diduga Tipu Puluhan Jemaah Umrah