Wings Air saat pertama kali mendarat di JHN membawa penumpang ekslusif seperti Wakil Bupati dan Anggota DPR RI.

Baswara Times, Madina – Meskipun baru beroperasi sejak 1 Agustus 2026, Maskapai Wings Air memutuskan untuk menghentikan sementara penerbangan dengan rute Bandara Internasional Kualanamu (KNO) – Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution (JHN) maupun sebaliknya.

Keputusan penghentian penerbangan Medan-Madina ini terpaksa diambil pihak maskapai setelah okupasi tempat duduk tak memenuhi target 50 persen. “Wings Air hanya beroperasi sekitar tiga pekan di rute JHN – KNO,” kata Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Bandara JHN Bukit Malintang, Doni Romandika pada Senin, 26 Oktober 2026.

Dia menerangkan, penerbangan terakhir rute tersebut terjadi pada 23 Agustus 2026. “Manajemen Wings Air menetapkan target keterisian kursi minimal 50 persen. Namun, realisasi di lapangan hanya mencapai 30 persen,” sebut Doni.

Dia menilai, langkah yang diambil pihak maskapai masuk akal, mengingat harga avtur pesawat yang terus naik dan orientasi bisnis. “Pihak Wings Air sudah pamit kepada Bupati Madina terkait penghentian rute tersebut. Tapi, belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai langkah ke depan,” ungkap Kasatpel JHN.

Di sisi lain, Doni mengatakan wacana Wabup Atika Azmi Utammi Nasution memanfaatkan JHN untuk pemberangkatan jemaah umrah merupakan ide yang baik. Namun, dia melihat sosialisasi maupun edukasi kepada masyarakat tidak berjalan maksimal.

“Seandainya sejak awal dilakukan sosialisasi, seluruh jemaah umrah bisa memanfaatkan penerbangan menuju Kualanamu. Ini tentu lebih menghemat waktu dan biaya,” ujar dia.

Meski demikian, Doni menegaskan, penghentian tersebut belum bersifat permanen. Pihak Wings Air masih membuka peluang kerja sama kembali jika situasi dan minat penumpang membaik.

“Kita masih berharap ke depan, bila situasi membaik, Wings Air kembali mengudara di JHN. Pada dasarnya mereka tetap membuka kerja sama, tapi untuk saat ini penerbangan dihentikan sementara,” tutup Doni. (Roy Dz/rls)