Anak-anak Desa Laru Dolok mengikuti Witapermainur.

Baswara Times, Madina – Eksistensi wisata permainan leluhur (Witapermainur) di Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), tetap terjaga di tengah pengurangan Dana Desa yang difokuskan untuk pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Hal itu terlihat di Desa Laru Dolok yang tetap melaksanakan Witapermainur pada Minggu, 26 Juli 2026. Ini merupakan tahun ke dua sejak dirilis pada 6 Juni 2024 di Desa Muaramais.

Kegiatan Witapermainur di Desa Laru Dolok dipusatkan di lapangan desa setempat. Kegiatan ini merupakan upaya pemerintahan kecamatan dan pemerintahan desa mengalihkan anak-anak dari penggunaan gawai berlebihan sekaligus mengenalkan kembali berbagai permainan tradisional yang mulai ditinggalkan.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tagar dan tagline yang digunakan tetap Marmayam Keta, Mar-HP Emma Jolo. Sebuah ajakan untuk mendahulukan bermain dengan teman sebaya dibandingkan menggunakan ponsel secara berlebihan.

Dalam pelaksanaannya, Pemdes Laru Dolok tetap melibatkan pengurus TP PKK desa untuk menyiapkan makanan tambahan guna memotivasi dan memberikan gizi bagi anak-anak yang hadir.

Kepala Desa Sahlan mengatakan, Witapermainur akan terus dilaksanakan guna melestarikan beragam permainan tradisional dan memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan bagi anak-anak di tengah maraknya permainan yang mengedepankan teknologi informasi seperti ponsel dan tablet.

“Kami akan terus mengenalkan permainan leluhur kepada anak-anak, seperti permainan engklek, lompat tali, dan petak umpet. Kami berharap anak-anak dapat mengurangi ketergantungan terhadap HP dan lebih aktif bermain bersama teman-temannya,” kata Sahlan

Menurut dia, Witapermainur bukan sekadar permainan, tetapi sarana dalam membangun interaksi sosial, meningkatkan aktivitas fisik anak, serta menanamkan nilai kebersamaan dan gotong royong sejak usia dini.

Pantauan di lokasi, anak-anak desa tersebut tetap mengikuti kegiatan dengan antusiasme yang sama seperti sebelumnya. Suasana penuh keceriaan terlihat saat mereka bermain dan berinteraksi bersama.

Camat Tambangan Bahren Daulay mengatakan, Witapermainur dicanangkan untuk dilaksanakan pada hari libur sekolah, tidak hanya hari Minggu seperti sebelumnya.

Camat mengimbau agar setiap desa tetap menjalankan program Witapermainur sebagai upaya meminimalisasi penggunaan ponsel atau gawai pada anak. (Roy Dz)