Fardian Unjuk Rasa Sendirian di Depan DPRD Sumbar, Tuntut Hal Ini
Baswara Times, Padang – Fardian, warga asal Ujung Gading, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), unjuk rasa sendirian di depan Kantor DPRD Sumbar, Padang, pada Selasa, 19 Mei 2026.
Dia melakukan aksi tersebut karena kondisi jalan di Jorong Rura Patontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, rusak parah dan menyebabkan korban jiwa, berupa anak yang meninggal dalam kandungan.
Fardian menceritakan kronologis yang menyayat rasa kemanusiaan itu. Pada Kamis pekan lalu, Irhamni (38 tahun), warga Jorong Rura Patontang, terpaksa ditandu menggunakan tikar sejauh tiga kilometer menembus hutan berlumpur karena hendak melahirkan.
”Keterlambatan penanganan medis di tengah sulitnya evakuasi menyebabkan bayi dalam kandungannya meninggal dunia akibat kekurangan oksigen,” kata dia mengutip Sumbar Kita.
Fardian mengungkapkan, kejadian yang berujung adanya korban jiwa karena buruknya infrastruktur jalan di Jorong Rura Patontang bukan kali ini saja. Namun, pemerintah seperti enggan menanggapi kondisi tersebut meski telah berkali-lali dikeluhkan warga.
“Peristiwa kematian bayi itu merupakan akumulasi dari pengabaian infrastruktur yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Keluhan masyarakat selalu berujung pada janji politik tanpa realisasi,” sebut dia.
Dalam aksi demonstrasi seorang diri itu, Fardian menuntut Pemprov Sumbar bertanggung jawab atas kematian bayi tersebut karena negara seolah-olah “membunuh” bayi yang dikandung Irhamni.
Mahasiswa STAI-YAPTIP Pasaman Barat itu juga mendesak DPRD Sumbar untuk mendorong percepatan pembangunan jalan di Rura Patontang yang sudah lama diabaikan dan sering memakan korban jiwa.
Fardian juga mengingatkan, protes ihwal jalan rusak yang dibiarkan itu merupakan panggilan hati nurani bagi elemen masyarakat dan mahasiswa. Dia meyakini, jika pemerintah tetap abai, gelombang protes yang lebih besar dari berbagai aliansi akan segera menyusul dalam waktu dekat.
”Harapan kami, jalan di Rura Patontang di Pasaman Barat itu segera dibangun secepatnya karena ini merupakan permasalahan klasik yang tidak kunjung selesai, sekaligus agar tidak ada lagi korban jiwa yang berjatuhan,” tegas dia.
Meskipun hanya datang berdua bersama seorang rekan yang mendokumentasikan aksinya, Fardian menegaskan bahwa tuntutan yang dibawanya sangat mendesak demi kemanusiaan. (Roy Dz)


