Kampoeng Kaos Madina hadir dengan mengedepankan identitas daerah.

Kehadiran Kampoeng Kaos Madina lebih dari sekadar entitas bisnis yang fokus pada penghasilan atau laba. UMKM yang didirikan oleh Sobir Lubis ini menimbulkan efek domino yang signifikan, utamanya menjadi pintu rezeki bagi masyarakat sekitar, pengrajin, tukang sablon maupun penjahit.

Entitas bisnis yang bergerak di sektor konveksi dan kerajinan ini juga menjadi jalan promosi bagi keanekaragaman budaya di Bumi Gordang Sambilan, baik itu budaya Mandailing maupun Pesisir Pantai Barat. Singkatnya, Kampoeng Kaos Madina adalah pusat ekonomi kreatif yang berlandaskan kearifan lokal.

Berdiri sejak 2018 lalu, Kampoeng Kaos Madina tetap eksis di tengah beragam dinamika yang menghantam sektor bisnis sejenis, mulai dari wabah Covid-19 sampai dengan menjamurnya toko-toko daring yang mudah diakses masyarakat.

Masa-masa itu adalah pertarungan antara idealisme kecintaan daerah dengan fatsun bisnis yang mengedepankan eksistensi dan keuntungan. Sobir berkeyakinan, promosi budaya melalui ragam kaos dan miniatur nilainya lebih dari sekadar materi. Alih-alih berganti usaha, dia tetap memilih berjalan meski tertatih hingga akhirnya secara perlahan Kampoeng Kaos Madina bisa kembali stabil dari sudut pandang pergerakan bisnis.

Per Juli 2026, setidaknya ada 26 pekerja yang menggantungkan penghasilannya dari Kampoeng Kaos Madina. Itu belum termasuk admin yang fokus pada dokumen-dokumen dan promosi usaha. Angka itu cukup besar di tengah ketidakpastian ekonomi seperti saat ini.

Tak hanya membuka lapangan kerja, entitas bisnis yang berdiri di Jalan Jambu, Sipolu-polu, Panyabungan, ini juga memberikan efek domino bagi usaha lain seperti pemasok kain dan benang, bordir, sablon, percetakan, transportasi, ekspedisi, serta perdagangan.

Kampoeng Kaos Madina dengan tagline Buatan Kampung Tapi Tidak Kampungan ini juga membuka ruang-ruang kreativitas bagi generasi muda melalui pelatihan menjahit, sablon, kerajinan, dan keterampilan lainnya sehingga lahir sumber daya manusia yang lebih kompeten. Mereka diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dengan tujuan dapat meningkatkan penghasilan rumah tangga, lebih-lebih membuka lapangan kerja.

Meskipun berbentuk bisnis, Kampoeng Kaos Madina bisa disebut sebagai salah satu titik penting promosi wisata Mandailing Natal (Madina). Kaos, batik, dan suvenir bertema Bumi Gordang Sambilan menjadi sarana mengenalkan kekayaan alam, bahasa, dan budaya di daerah ini.

Di sisi lain, bisnis yang bagus adalah yang mampu menjaga kepercayaan konsumen. Sobir paham akan hal ini. Maka dari itu, dia menyiapkan alat-alam modern dan bahan-bahan premium untuk memastikan para pelanggan mendapatkan hasil terbaik. Tak heran, banyak sekolah dan instansi yang memercayakan pembuatan baju olahraga, jersi, maupun batik seragam ke Kampoeng Kaos Madina.

Aktivitas pekerja di Kampoeng Kaos Madina (DAB).

Namun, entitas usaha, terlebih yang fokus pada penguatan kearifan lokal, tak akan bisa bertahan lama tanpa dukungan masyarakat dan pemerintah. Dorongan maupun kesadaran untuk memakai buatan Kampoeng Kaos Madina akan membantu bisnis ini berkembang yang bermuara pada penyerapan tenaga kerja yang lebih besar dan perputaran ekonomi yang lebih baik. Pada titik itu, pemerintah daerah juga akan mendapatkan keuntungan tersendiri.

Pada sisi lain, pemerintah daerah sudah sepatutnya memberikan dukungan yang serius bagi UMKM seperti Kampoeng Kaos Madina. Bisa dalam bentuk kemudahan izin dan administrasi pendukung, regulasi yang berpihak pada pengembangan usaha, pendampingan yang kontinu, keterlibatan dalam promosi, membuka pasar berupa bazar, serta kemudahan untuk mengakses modal.

Untungnya, Bupati Madina H. Saipullah Nasution menyambut baik kehadiran UMKM di Madina, termasuk Kampoeng Kaos Madina. “Tentu sangat senang dan mendorong pertumbuhan semua UMKM di berbagai bidang termasuk Kampong Kaos sebagai identitas Madina,” kata dia pada Jumat, 31 Juli 2026, sebagaimana dikutip dari Mandailing Online.

Saipullah menambahkan, dorongan itu tak sebatas ucapan semata. “Termasuk permodalan kalau yang bersangkutan mau fasilitas KUR, kami akan rekomendasikan,” sebut dia.

Nah, bagi pembaca yang hendak mengenakan pakaian buatan Kampoeng Kaos Madina bisa menghubungi nomor ponsel/WhatsApp 082180499001. (*)