Oplus_131072
Madina

Masyarakat Bisa Salurkan Bantuan Melalui Posko Kabupaten

Baswara Times, Panyabungan – Bantuan dari masyarakat untuk warga terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bisa disalurkan melalui posko penanganan bencana di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Desa Parbangunan, Panyabungan.

Hal itu disampaikan Bupati Saipullah kepada media usai menyerahkan bantuan kepada warga terdampak bencana di Desa Batahan, Kecamatan Kotanopan, pada Minggu, 30 November 2025.

“Bisa langsung ke posko utama atau langsung bisa ke gudang BPBD yang ada, atau ke Dinas Sosial juga bisa menerima. Tiga titik ini saya pikir masyarakat kalau ada yang berempati terhadap ini, kami tentu akan bisa menerima,” kata dia.

Saipullah menjelaskan, sejak ditetapkan status tanggap darurat bencana, pihaknya telah mendirikan posko utama di pendopo rumah dinas bupati. Posko terebut bukan hanya menjadi pusat informasi, tapi juga tempat pengumpulan bantuan dari masyarakat.

“Kami tentu akan bisa menerima, baik itu bantuan beras maupun pakaian-pakaian yang layak diberikan, atau alat-alat dapur dan segala macamnya kami bisa terima,” kata bekas kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Barat ini.

Saipullah mengungkapkan dalam dua tiga hari ini akan masuk bantuan berupa beras sebanyak 43 ton untuk Madina. Dengan demikian, lanjut dia, ketersediaan beras akan mencukupi setidaknya untuk satu pekan ke depan.

Di sisi lain, Bupati Saipullah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Sebab, menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa kondisi cuaca dengan intensitas hujan tinggi belum berhenti dan berpotensi terjadi sampai 9 Desember 2025.

“Sehingga kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada, hati-hati, tidak bepergian terlalu jauh dari lokasi masing-masing, sehingga manakala ada curah hujan yang tiba-tiba sangat tinggi, kita bisa cepat berlindung di desa-desa masing-masing,” tegas dia.

Saipullah menambahkan, bagi masyarakat yang terpaksa harus melakukan perjalanan jauh dianjurkan untuk tidak berangkat sendiri. “Minimal berdua, bertiga, atau berempat, sehingga nanti kalau ada kendala di jalan bisa saling membantu,” tutup dia. (Roy Dz)