Oplus_131072

Baswara Times, Panyabungan – Ketua DPC Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Andi Musohur Batubara mengatakan manipulasi visual atau pengeditan foto Bupati H. Saipullah Nasution seperti hewan dengan taring dan telinga memanjang merupakan bentuk penghinaan.

“Tindakan seperti ini (pengeditan foto) justru menutup pintu dialog yang kritis dan menafikan rasionalitas serta cenderung memperkeruh suasana,” kata Andi dalam keterangan media yang diterima Baswara di Panyabungan pada Rabu, 10 Juni 2026.

Andi menjelaskan manipulasi visual seperti pengeditan foto seseorang menjadi objek hinaan menunjukkan pergeseran paradigma gerakan kaum terdidik ke arah yang mengkhawatirkan.

Dia menilai, substansi kritik menjadi tidak jelas dan lebih menonjolkan sensasi serta menunjukkan serangan personal. “Tindakan seperti ini menodai gerakan aktivis yang biasanya diisi oleh kaum intelektual,” sebut Andi.

Ketua GPK ini menambahkan, kritik seharusnya menyerang atau membantah kebijakan pemerintah. “Bukan menampilkan wajah seseorang yang telah diedit atau diubah menjadi simbol penghinaan,” tambah dia.

Andi mengungkapkan, tindakan yang diambil oleh kelompok yang menamakan dirinya mahasiswa itu tidak hanya merugikan individu maupun instansi pemerintah, tapi juga merusak diskursus publik. “Sudah pasti ini menuai antipati dari masyarakat, menggerus kepercayaan terhadap gerakan aktivis,” ungkap dia.

Di sisi lain, Andi mengingatkan tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum, khususnya pencemaran nama baik yang diatur dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik. “Kebebasan berserikat dan berekspresi, memiliki batasan yang jelas dan tidak boleh merugikan kehormatan orang lain,” jelas dia.

Andi pun mengajak para aktivis yang peduli dengan kemajuan Bumi Gordang Sambilan untuk mengembalikan muruah kritik sebagai sarana yang mencerdaskan masyarakat. “Serukan kritik dan argumentasi berbasis data dengan sikap yang bermartabat sebagai ciri khas kaum intelektual,” pungkas dia. (Roy Dz)