Oplus_131072

Baswara Times, Madina – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah mengatakan pihaknya tengah merencanakan membangun kemandirian ekonomi para pelaku penanam pohon ganja di kabupaten ini dengan pendekatan kerajinan, salah satunya memproduksi tusuk sate.

Langkah tersebut, kata Saipullah, merupakan kolaborasi dengan beberapa instansi, termasuk Badan Narkotika Nasional dan KPH VIII. “Hasil produksi masyarakat nantinya ditampung BUMDes sehingga pelaku usaha tidak perlu khawatir ketidakpastian pasar. Masyarakat hanya perlu fokus memproduksi, sementara BUMDes akan membeli dan menjualnya ke daerah yang membutuhkan,” kata dia di Panyabungan pada Selasa, 9 Juni 2026.

Program pemberdayaan tersebut merupakan bagian dari program BNN bertajuk Ketahanan Resiliensi Desa/Kelurahan Berbasis Grand Design Alternatif Development (GDAD). Targetnya, tahun kelima Madina sudah masuk daerah Aman Narkotika.

Saipullah mengungkapkan, nantinya program pemberdayaan itu diperluas ke sektor perkebunan seperti kopi dan tembakau. “Pemkab Madina tentu menyambut baik inisiatif BNN ini. Bantuan yang diberikan akan meringankan beban anggaran daerah dalam menyejahterakan masyarakat,” lanjut dia.

Saipullah berharap GDAD berkelanjutan sehingga benar-benar menjadi solusi nyata menekan angka penyalahgunaan narkotika. “Melalui edukasi dan penyediaan sarana produksi, pemerintah berharap masyarakat tidak lagi terjebak di lingkaran hukum, melainkan meraih kesejahteraan melalui usaha halal dan produktif,” pungkas Saipullah

Sementara itu, Direktur Alternatif Development BNN RI Brigjen Pol. Edy Swasono di sela-sela kunjungannya ke Madina mengatakan keberhasilan program tersebut diukur dengan Indeks GDAD.

“Keberhasilan program diukur melalui Indeks GDAD atau Indeks Kerawanan Narkotika. Saat ini program memasuki tahun kedua. Pada tahun kelima, pemerintah menargetkan status kerawanan wilayah turun dari zona Bahaya menjadi Waspada hingga akhirnya Aman,” kata dia.

Edy mengungkapkan, secara data, pengalihan satu penanam ganja atau tumbuhan terlarang dapat menyelamatkan sekitar 400.000 orang dari penyalahgunaan serta menghemat biaya rehabilitasi hingga Rp1,2 triliun.

KPH VIII ambil bagian dalam menyukseskan pengalihan lahan ganja ke sektor atau komoditas produktif yang legal dengan menyediakan mesin tusuk sate dan bibit tanaman. (Roy Dz)