Baswara Times, Madina – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution meminta Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HAIPB) untuk aktif memberikan masukan kepada pemerintah daerah, khususnya di sektor pertanian. Hal tersebut diutarakan Wabup Atika saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) DPC HAIPB Madina di Ballroom Ladangsari, Panyabungan, pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Atika menyebutkan, masukan dari alumni IPB dibutuhkan untuk menyukseskan program pemerintah yang pada tahun 2027 banyak berfokus di bidang penguatan ketahan pangan yang erat kaitannya dengan pertanian. “Kami berharap kontribusi konkret dari teman-teman alumni IPB untuk mengawal program ketahanan pangan di Madina,” sebut dia. Wakil bupati menerangkan, alum IPB memiliki kompetensi dan pengetahuan di bidang pertanian yang dibutuhkan dalam merumuskan program pemerintah sehingga bisa berjalan efektif. “Untuk memperkuat ketahanan pangan membutuhkan kerja sama lintas sektor, terutama antara pemerintah daerah dan kalangan yang memiliki keahlian di bidang pertanian,” jelas Atika. Di sisi lain, Wabup Atika menjelaskan, membangun organisasi yang kuat dibutuhkan kepercayaan dari anggota. Dia menilai, niat baik saja tidak cukup. “Harga paling mahal hari ini adalah kepercayaan. Niat sekarang nomor dua. Kalau dalam organisasi tidak ada kepercayaan, niat lama-lama hanya tetap menjadi niat tanpa tindak lanjut,” ujar dia. Atika juga berpesan agar kepengurusan HAIPB Madina tidak terjebak dalam dualisme kepemimpinan atau melahirkan ketua bayangan di luar organisasi yang terbentuk yang pada akhirnya dapat menghambat berjalannya program yang dicanangkan. “Perbedaan arah di dalam organisasi hanya akan menguras energi dan melemahkan potensi yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mencapai tujuan bersama,” pesan dia. (rls) Navigasi pos Disdikbud Madina Perpanjang Pelaksanaan Belajar dari Rumah